Postingan

Menampilkan postingan dengan label Qowa'idul I'lal

Ngaji - Terjemah Kitab Qowa'idul I'lal Bahasa Indonesia - Inspirasi Islami

Gambar
Bismillahir rohmanir rohim, Assalamu'alaikum Wr, Wb, Segala puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang tiada hentinya melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya kepada semua hamba-hamba-Nya di dunia, tanpa tersisa satupun. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, nabi besar, Nabi Muhammad SAW, karena perantara Beliaulah kita semua masih terselamatkan dengan diberikan nikmat iman dan nikmat islam. Selanjutnya, pada momen yang mudah-mudahan penuh berkah ini, saya akan membagikan sebuah posting mengenai terjemah kitab " Qowa'idul I'lal " dalam bahasa Indonesia, yang insya'allah akan saya rangkum dalam beberapa link-link di bawah berdasarkan babnya. REVIEW SINGKAT KITAB QOWA'IDUL I'LAL Kitab Qowa'idul I'lal merupakan sebuah ringkasan ilmu sharaf yang bisa dikaji di dalam pembelajaran pondok-pondok pesantren sebagai dasaran untuk menguasai ilmu alat agar mampu membaca kitab kuning tentunya. Kitab Qowa'idul I'lal me...

Ngaji - Qowa'idul I'lal - Bab Muqoddimah (Pendahuluan) - Inspirasi Islami

Gambar
Terjemah Kitab Qowa'idul I'lal Bahasa Indonesia, Bab Muqoddimah (Pendahuluan). PENJELASAN TENTANG BINA' Secara ringkas, bina' itu ada 7 macam, perinciannya terurutkan seperti di bawah ini dengan menggunakan nyanyian lagu "rajaz" yaitu : صَحِيْحٌ اَوْ مِثَالٌ اَوْ مُضَاعَفُ # لَفِيْفٌ نَاقِصٌ مَهْمُوْزٌ اَجْوَفُ " Yaitu bina' shahih, bina' mitsal, atau bina' mudha'af # bina' naqish, bina' mahmuz, bin' ajwaf ". BINA' SHAHIH Bina' Shahih ada 2 macam, adakalanya " ثُلَاثِىْ - Tsulatsi " dan adakalanya " رُبَاعِى - Ruba'i ". Bina' Shahih Tsulatsi yaitu apapun kalimat yang fa' fi'ilnya, ain fi'ilnya, dan lam fi'ilnya bukan hamzah dan bukan huruf ilat ( أ، و، ي ), serta huruf ain fi'ilnya bukan tunggal jenis dengan huruf lam fi'ilnya, seperti lafadz " نَصَرَ ". Bina' Shahih Ruba'i yaitu apapun kalimat yang  huruf fa' fi'ilnya tidak tunggal je...

Ngaji - Qowa'idul I'lal - Kaidah 9 dan Kaidah 10 - Inspirasi Islami

Gambar
Terjemah Kitab Qowa'idul I'lal Bahasa Indonesia, Kaidah Sembilan dan Kaidah Sepuluh KAIDAH SEMBILAN اِذَا لَقِيَتِ الْوَاوُ وَالْيَاءُ السَّاكِنَتَانِ بِحَرْفٍ سَاكِنٍ اٰخَرَ، حَدِفَتَا، نَحْوُ صُنْ وَسِرْ اَصْلُهُمَا اُصْوُنْ وَاِسْيِرْ " Tatkala ada huruf wawu dan huruf ya' yang keduanya mati (disukun) bertemu dengan huruf mati lainnya, maka keduanya dibuang, contoh " صُنْ " dan " سِرْ " asalnya adalah " اُصْوُنْ " dan " اِسْيِرْ " '. [Murod - maksudnya] ketika ada huruf wau atau huruf ya' yang mati bertemu dengan huruf mati, maka harus dibuang, seperti lafadz " صُنْ " dan lafadz " سِرْ " asalnya adalah lafadz " اُصْوُنْ " dan " اِسْيِرْ ". I'lal lafadz " صُنْ " asalnya adalah lafadz " اُصْوُنْ " mengikuti wazan " اُفْعُلْ ". Harakah huruf wawu dipindah pada huruf sebelum wawu karena wawu itu berharakat (hidup) dan huruf shahih sebelum wa...

Ngaji - Qowa'idul I'lal - Kaidah 1 dan Kaidah 2 - Inspirasi Islami

Gambar
Terjemah Kitab Qowa'idul I'lal Bahasa Indonesia, Kaidah Pertama dan Kaidah Kedua Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang, Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya atas apa yang telah Dia berikan nikmat. Kami memanjatkan rahmat ta'dhim dan kesejahteraan kepada tuan dari dua golongan, baik dari golongan arab maupun golongan ajam (non-arab), semoga rahmat ta'dhim dan kesejahteraan terlimpahkan kepada Beliau, dan kepada keluarga serta sahabat Beliau. Adapun setelah itu, maka pemilik khot (1) berkata : Ketika aku mengetahui di beberapa kitab percetakan bahwa tidak ada risalah ini, yang mana di dalamnya terdapat kaidah dari beberapa kaidah i'lal serta banyaknya kebutuhan pada risalah ini, maka aku ingin menulis risalah ini atas ilmu yang telah aku peroleh dari guru-guru yang utama, pengajar murid-murid di sebuah pondok pesantren dari pondok-pondok pesantren islam, mengharap kepada Allah SWT agar memperoleh ridlo dan rahmat-Nya. Dan aku men...

Ngaji - Qowa'idul I'lal - Kaidah 3 dan Kaidah 4 - Inspirasi Islami

Gambar
Terjemah Kitab Qowa'idul I'lal Bahasa Indonesia, Kaidah Ketiga dan Kaidah Keempat. KAIDAH KETIGA اِذَا وَقَعَتِ الْوَاوُ وَالْيَاءُ بَعْدَ اَلِفٍ زَائِدَةٍ، اُبْدِلَتَا هَمْزَةً بِشَرْطِ اَنْ تَكُوْنَا عَيْنًا فِيْ اِسْمِ فَاعِلٍ وَطَرَفًا فِيْ مَصْدَرٍ، مِثْلُ صَائِنٌ وَسَائِرٌ وَكِسَاءٌ وَبِنَاءٌ، اَصْلُهَا صَاوِنٌ وَسَايِرٌ وَكِسَاوٌ وَبِنَايٌ " Tatkala huruf wawu dan huruf ya' jatuh setelah alif zaidah (tambahan), maka keduanya diganti dengan huruf hamzah, dengan syarat jika keduanya berupa ain fi'il di dalam isim fail dan berada di akhir kalimat di dalam isim masdar. Seperti كِسَاءٌ , سَائِرٌ , صَائِنٌ , dan بِنَاءٌ , asalnya adalah صَاوِنٌ , كِسَاوٌ , سَايِرٌ , dan بِنَايٌ ". [Murod - Maksudnya] ketika ada huruf wawu atau huruf ya' jatuh setelah alif zaidah (tambahan), maka harus diganti dengan huruf hamzah. Jika bertempat di isim fail maka harus jatuh pada ain fi'il. Jika bertempat di isim masdar, harus jatuh di akhir kalimat. Se...

Ngaji - Qowa'idul I'lal - Kaidah 5 dan Kaidah 6 - Inspirasi Islami

Gambar
Terjemah Kitab Qowa'idul I'lal Bahasa Indonesia, Kaidah Kelima dan Kaidah Keenam. KAIDAH KELIMA اِذَا تَطَرَّفَتِ الْوَاوُ وَالْيَاءُ وَكَانَتَا مَضْمُوْمَةً اُسْكِنَتَا، نَحْوُ يَغْزُوْ وَيَرْمِيْ اَصْلُهُمَا يَغْزُوُ وَيَرْمِيُ " Tatkala ada huruf wawu dan huruf ya; berada di akhir kalimat, dan keduanya didhommah, maka keduanya disukun, contoh " يَغْزُوْ " dan " يَرْمِيْ " asalnya " يَغْزُوُ " dan " يَرْمِيُ " ". [Murod - Maksudnya] ketika ada huruf wawu dan huruf ya' berada di akhir kalimat dengan menyandang harakat dhommah, maka harus dimatikan (disukun), seperti lafadz " يَغْزُوْ " dan lafadz " يَرْمِيْ " asalnya adalah lafadz " يَغْزُوُ " dan lafadz " يَرْمِيُ ". I'lal lafadz " يَغْزُوْ " asalnya adalah lafadz " يَغْزُوُ " mengikuti wazan " يَفْعُلُ ", huruf wawu disukun karena beratnya pengucapan harakat dhommah, maka jadilah " يَغ...

Ngaji - Qowa'idul I'lal - Kaidah 7 dan Kaidah 8 - Inspirasi Islami

Gambar
Terjemah Kitab Qowa'idul I'lal Bahasa Indonesia, Kaidah Ketujuh dan Kaidah Kedelapan KAIDAH TUJUH اِذَا وَقَعَتِ الْوَاوُ بَيْنَ الْفَتْحَةِ وَالْكَسْرَةِ الْمُحَقَّقَةِ وَقَبْلَهَا حَرْفُ الْمُضَارَعَةِ، تُحْذَفُ، نَحْوُ يَعِدُ اَصْلُهُ يَوْعِدُ " Tatkala ada huruf wawu jatuh di antara harakat fathah dan harakat kasrah yang nyata dan huruf sebelumnya adalah huruf mudhara'ah, maka huruf wawu itu dibuang, contoh " يَعِدُ " asalnya " يَوْعِدُ " ". [Murod - Maksudnya] ketika ada huruf wawu jatuh di antara harakat fahtah dan harakat kasrah yang nyata [pasti], sedangkan sebelum huruf wawu tadi ada huruf mudhara'ah, yaitu huruf-huruf pada lafadz " نَأْتِيْ ", maka huruf wawu demikian itu harus dibuang, seperti lafadz " يَعِدُ " asalnya adalah lafadz " يَوْعِدُ ". Catatan : Huruf mudhara'ah adalah huruf-huruf yang terkumpul dalam lafadz " نَأْتِيْ ", yaitu nun, alif, ta', dan ya'. I'lal ...

Ngaji - Qowa'idul I'lal - Kaidah 17 dan Kaidah 18 - Inspirasi Islami

Gambar
Terjemah Kitab Qowa'idul I'lal Bahasa Indonesia, Kaidah Tujuh Belas dan Kaidah Delapan Belas. KAIDAH TUJUH BELAS اِذَا كَانَ فَاءُ اِفْتَعَلَ دَالًا اَوْ ذَالًا اَوْ زَايًا، قُلِبَتْ تَاؤُهُ دَالًا لِعُسْرِ النُّطْقِ بِالتَّاءِ بَعْدَ هٰذِهِ الْحُرُوْفِ، وَاِنَّمَا تُقْلَبُ التَّاءُ بِالدَّالِ لِقُرْبِهَا مِنَ التَّاءِ مَخْرَجًا، نَحْوُ اِدَّرَأَ وَاِذَّكَرَ وَاِزْدَجَرَ اَصْلُهَا اِدْتَرَأَ، وَاِذْتَكَرَ، وَاِزْتَجَرَ " Tatkala ada fa' fi'il dari wazan " اِفْتَعَلَ " berupa huruf dal ( د ), dzal ( ذ ), atau za' ( ز ), maka huruf ta' wazan itu diganti menjadi huruf dal ( د ) karena sulitnya pengucapan huruf ta' sesudah huruf-huruf ini. Sesungguhnya huruf ta' dibalik menjadi huruf dal karena dekatnya huruf dal dengan huruf ta' secara makhraj, contoh " اِذَّكَرَ ", " اِدَّرَ أَ ", dan " اِزْدَجَرَ " asalnya adalah " اِذْتَكَرَ ", " اِدْتَرَأَ ", dan " اِزْتَجَرَ ...

Ngaji - Qowai'idul I'lal - Kaidah 15 dan Kaidah 16 - Inspirasi Islami

Gambar
Terjemah Kitab Qowa'idul I'lal Bahasa Indonesia, Kaidah 15. KAIDAH LIMA BELAS اِنَّ اِسْمَ الْمَفْعُوْلِ اِذَا كَانَ مِنْ مُعْتَلِّ الْعَيْنِ، وَجَبَ حَذْفُ وَاوِ الْمَفْعُوْلِ مِنْهُ عِنْدَ شِيْبَوَيْهِ، نَحْوُ مَصُوْنٌ وَمَسِيْرٌ اَصْلُهُمَا مَصْوُوْنٌ وَمَسْيِيْرٌ " Sesugguhnya jika ada isim maf'ul berasal dari bina' Mu'tal Ain, maka wajib membuang wawu maf'ul darinya menurut Imam Syibawaih. Contoh " مَصُوْنٌ " dan " مَسِيْرٌ " asalnya adalah " مَصْوُوْنٌ " dan " مَسْيُوْرٌ " ". [Murod - maksudnya] ketika ada isim maf'ul dari bina' Mu'tal Ain (bina' Ajwaf), baik Ajwaf wawu atau Ajwaf Ya', maka menurut madzhab Imam Syibawaih, wawu maf'ulnya harus dibuang sebab bertemunya 2 huruf mati. Seperti lafadz " مَصُوْنٌ " dan " مَسِيْرٌ " asalnya adalah lafadz " مَصْوُوْنٌ " dan " مَسْيُوْرٌ ". I'lal lafadz " مَصُوْنٌ " asalnya adalah ...

Ngaji - Qowa'idul I'lal - Kaidah 19 - Inspirasi Islami

Gambar
Terjemah Kitab Qowa'idul I'lal Bahasa Indonesia, Kaidah Sembilan Belas KAIDAH SEMBILAN BELAS اِذَا كَانَ فَاءُ تَفَعَّلَ تَاءً اَوْ ثَاءً اَوْ اَوْ دَالًا اَوْ ذَالًا اَوْ زَايًا اَوْ سِيْنًا اَوْ شِيْنًا اَوْ صَادًا اَوْ ضَادًا اَوْ طَاءً اَوْ ظَاءً، يَجُوْزُ قَلْبُ تَائِهِمَا بِمَا يُقَارِبُهُ فِيْ الْمَخْرَجِ بَعْدَ جَعْلِ اَوَّلِ الْمُتَقَارِبَيْنِ مِثْلَ الثَّانِيْ لِلْمُجَانَسَةِ مَعَ اجْتِلَابِ هَمْزَةِ الْوَصْلِ لِيُمْكِنَ الْاِبْتِدَاءُ بِالسَّاكِنِ، نَحْوُ اِتَّرَّسَ وَاِثَّاقَلَ وَاِدَّثَّرَ وَاِذَّكَّرَ وَاِزَّجَّرَ وَاِسَّمَّعَ وَاِشَّقَّقَ وَاِصَّدَّقَ وَاِضَّرَّعَ وَاِظَّهَّرَ وَاِطَّاهَرَ، اَصْلَهَا تَتَرَّسَ وَتَثَاقَلَ وَتَدَثَّرَ وَتَذَكَّرَ وَتَزَجَّرَ وَتَسَمَّعَ وَتَشَقَّقَ وَتَصَدَّقَ وَتَضَرَّعَ وَتَظَهَّرَ وَتَطَاهَرَ Artinya : Tatkala ada fa' fi'il dari wazan " تَفَعَّلَ " berupa huruf ta' " ت ", tsa' " ث ", dal " د ", dzal " ذ ", za' " ز ", sin " س ", syin ...

Ngaji - Qowa'idul I'lal - Kaidah 11 dan Kaidah 12 - Inspirasi Islami

Gambar
Terjemah Kitab Qowa'idul I'lal Bahasa Indonesia, Kaidah Sebelas dan Kaidah Dua Belas KAIDAH SEBELAS الْهَمْزَاتَانِ اِذَا الْتَقَتَا فِيْ كَلِمَةٍ وَاحِدَةٍ ثَانِيَتُهُمَا سَاكِنَةٌ، وَجَبَ اِبْدَالُ الثَّانِيَةِ بِحَرْفٍ نَاسَبَ اِلٰى حَرَكَةِ الْاُوْلٰى، نَحْوُ اٰمَنَ وَاُوْمُلْ وَاِيْدَمْ اَصْلُهَا أَأْمَنَ وَاُؤْمُلْ وَاِئْدَمْ " Dua hamzah, jika keduanya bertemu di dalam satu kalimat sedangkan hamzah kedua adalah mati (disukun), maka wajib mengganti hamzah kedua dengan huruf yang sesuai dengan harakat hamzah pertama. Contoh " اُوْمُلْ ", " اٰمَنَ ", dan " اِيْدَمْ " asalnya adalah " اُؤْمُلْ ", " أَأْمَنَ ", dan " اِئْدَمْ " ". [Murod - maksudnya] ketika ada 2 hamzah kumpul dalam satu kalimat, ittishal (sambung), dan hamzah kedua adalah mati (disukun), maka hamzah kedua tadi harus diganti dengan huruf yang sesuai dengan harakat hamzah pertama. Seperti lafadz " اُوْمُلْ ", " اٰ...

Ngaji - Qowa'idul I'lal - Kaidah 13 dan Kaidah 14 - Inspirasi Islami

Gambar
Terjemah Kitab Qowa'idul I'lal Bahasa Indonesia, Kaidah Tiga Belas dan Kaidah Empat Belas. KAIDAH TIGA BELAS اِذَا وَقَعَتِ الْوَاوُ طَرَفًا بَعْدَ ضَمٍّ فِيْ اِسْمٍ مُتَمَكِّنٍ فِى الْاَصْلِ، اُبْدِلَتْ يَاءً فَقُلِبَتِ الضَّمَّةُ كَسْرَةً بَعْدَ تَبْدِيْلِ الْوَاوِ يَاءً، نَحْوُ تَعَاطِيًا وَتَعَدِّيًا اَصْلُهُمَا تَعَاطُوًا وَتَعَدُّوًا " Tatkala huruf wawu dan huruf ya' jatuh di akhir kalimat setelah dhommah di dalam isim yang mungkin pada asalnya, maka huruf wawu itu diganti dengan huruf ya', lalu harakat dhommah dibalik menjadi harakat kasrah setelah menggantikan huruf wawu menjadi huruf ya'. Contoh " تَعَاطِيًا " dan " تَعَدِّيًا " asalnya adalah " تَعَاطُوًا " dan " تَعَدُّوًا " ". [Murod - maksudnya] jika ada huruf wawu jatuh di akhir kalimat, jatuh setelah harakat dhommah, dan bertempat pada isim yang asalnya menerima tanwin, maka harus diganti dengan huruf ya', lalu dhommah diganti dengan kasr...